Sample Text

Senin, 21 Mei 2012

Akibat Banjir Bandang di Aceh Utara Lima Kecamatan Tergenang Banjir

 

(Lhokseumawe)  Kabupaten Aceh Utara Kamis (1/12) tergenang banjir. Lima kecamatan di, bandang akibat meluapnya beberapa sungai menyusul diguyur hujan lebat berkepanjangan sejak Rabu (30/11) malam. Kelima kecamatan tersebut masing-masing Lhoksukon, Cot Girek, Pirak Timu, Paya Bakong dan Matangkuli.

"Sampai kemarin sore hari belum ada warga yang mengungsi, sehingga Pemkab tidak membuka dapur umum, tetapi hanya mendrop bantuan masa panik kepada para korban banjir," kata Kepala Penanggulangan Bencana Alam Daerah Aceh Utara, Iskandar Majid kepada wartawan.  Banjir yang menyerang Kecamatan Lhoksukon karena meluapnya Krueng Peutoe dan Krueng Keureuto, di sebabkan tanggul di Desa Kumbang dan U Baro jebol sehingga sebanyak 11 desa terendam banjir.

Danramil 08 Lhoksukon, Kapten Mulyanto membenarkan banjir yang terjadi di daerahnya di sebabkan karena tanggul Desa Kumbang jebol karena tak mampu menahan derasnya air Krueng Peutoe.  Di beritahukan, Muspika Lhoksukon sejauh ini hanya membuka satu posko untuk melakukan koordinasi, dengan menempatkan petugas kesehatan untuk melayani kebutuhan warga.  Sementara Camat Pirak Timu, T.Azwar yang ditanya Analisa memberitahukan, di daerah itu baru Desa Pange yang tergolong parah dilanda banjir, namun tidak sampai membuat warganya mencari tempat aman.

Mukim Pirak Timu, Cut Achmad kepada Analisa mengatakan, banjir bandang di Kecamatan Pirak Timu dikhawatirkan akan meluas karena Krueng Pirak juga telah meluap karena hujan di daerah pegunungan selama dua hari terakhir. Menurutnya, musibah banjir telah melanda 11 desa dalam Kecamatan Lhoksukon sejak pukul 03.00 Wib, karena bobolnya tanggul Desa Kumbang Km VIII dan Desa Buloh KM.IV.

Karena banjir tersebut beberapa sekolah terpaksa diliburkan karena ruangan kelas terendam air setinggi 40 cm, jadi proses belajar-mengajar tidak dapat dilakukan. Banjir juga melanda Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli dan Paya Bakong. Di Kecamatan Pirak Timu, sejumlah sekolah yang terpaksa diliburkan antara lain SDN No.14, SDN No.4 dan SMPN No.4.  Banjir mulai melanda Kecamatan Pirak Timu sejak pukul 08.00 Wib, bahkan sore hari sejumlah jalan kecamatan tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor lagi karena kedalaman air di atas badan jalan sudah lebih setengah meter. Desa-desa yang terendam banjir di Kecamatan Pirak Timu antara lain Pange, Ara Tonton, Lawang, Alue Thoe, Siren, Ceubrek dan Meunje.
Sofyan, warga Desa Buloh Kecamatan Lhoksukon kepada Wartawan memberitahukan, banyak warga tidak sempat menyelamatkan perabot rumah tangganya, karena begitu tanggul jebol air sangat cepat menyebar. Warga berharap banjir tidak berlangsung lama karena saluran pembuangan sudah banyak. (m.o.a)

0 komentar:

Poskan Komentar